ANALISIS KRIMINOLOGI TERHADAP KEKERASAN ANAK DI LINGKUNGAN PESANTREN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Authors

  • Nurchaliq Majid STAI DDI Mangkoso

Keywords:

Hukum, Hukum Islam, Kekerasan Anak, Pesantren, Kriminologi

Abstract

Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana tinjauan kriminologi kekerasan terhadap anak di pesantren modern tarbiyah Takalar? Pokok masalah tersebut selanjutnya spesifikkan ke dalam beberapa submasalah atau pertanyaan penelitian, yaitu: 1) Bagaimana factor-faktor kekerasan terhadap anak dalam perspektif Kriminologi?

Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan pendekatan penelitian kriminologi. Adapun sumber data penelitian ini adalah beberapa literatur seperti buku referensi, jurnal, dan bebrapa artikel pendukung, dan tentunya naskah putusan kasus yang ingin diteliti sebagai bahan referensi pokok.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dalam UU Nomor 23 Tahun 2002 sudah sangat jelas mengatur mengenai ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak. kentuan tersebut meliputi pengertian anak yang terdapat dalam bab 1 ketentuan umum, pasal 1 ayat 1 undang-undang perlindungan anak, menjelaskan bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. begitupun dengan hak-hak anak dijelaskan dalam pasal 1 ayat 12 UU perlindungan anak menjelaskan bahwa hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan Negara. Salah satu hak seorang anak yang harus dipenuhi adalah hak atas pendidikan dan pengajaran, sebagaimana yang tercantum pada Pasal 9 ayat 1 dan 2 UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. menyangkut masalah fenomena-fenomena kekerasan terhadap anak dalam lingkungan sekolah yang beberapa tahun terakhir ini menyita perhatian kita. Fenomena seperti ini harusnya dilarang terjadi di Indonesia, karna UUD RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Di dalam pasal 54 sudah sangat jelas mengatakan Anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siapun.

Implikasi dari penelitian ini adalah; 1) ketentuan UU tentang Perlindungan anak seharusnya lebih ditekankan lagi, terutama persoalan implementasi dan penerapannya. Karna masih banyak kekerasan terhadap anak khusunya di lingkungan sekolah yang tidak dapat dijangkau oleh UU tersebut. Untuk guru, Proses mendisiplinkan siswa juga tidak seharusnya dan tidak selamanya harus menggunakan kekerasan. Kalaupun ada kekerasan, haruslah melalui tahapan-tahapan atau prosedur-prosedur yang tidak menyalahi aturan. 2) sangat penting peranan guru-guru dan Pembina dalam penerapan undang-undang perlindungan anak, agar ke depannya tidak terjadi kekerasan terhadap anak khususnya di lingkungan sekolah.

References

Ardy Wiyani, Novan. Save our children from school bullying. Cet. I; Jogjakarta: Ar-ruzz media, 2012.

Ardy Wiyani, Novan dan Barnawi. Ilmu Pendidikan Islam, Rancang Bangun Konsep Pendidikan Monokotomi-Holistik.Cet. I; Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.

Arief, Armai. Reformulasi Pendidikan Islam. Cet. II; Jakarta: Ciputat press group, 2015.

Atmasasmita, Romli. Teori dan Kapita Selekta Kriminologi. Cet. IV; Bandung: Rafika Aditama, 2013.

Donald E. Greydanus, Korporal Punishment in School, Journal of Alesence Health. Cet. IV; New York: Elasvier inc, 2003

Putusan kasus perkara pidana No: 91/PID.B/2008/PN.TK. di Pengadilan Negeri Takalar

Hasil Wawancara Pelaku Tindak Pidana Kekerasan terhadap anak

Downloads

Published

2022-10-02

How to Cite

Majid, N. (2022). ANALISIS KRIMINOLOGI TERHADAP KEKERASAN ANAK DI LINGKUNGAN PESANTREN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Jurnal Risalah Addariyah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman, Pendidikan &Amp; Sosial Kemasyarakatan, 8(1). Retrieved from http://e-journal.staisddimangkoso.ac.id/index.php/risalah-addariyah/article/view/19