TANGGUNG JAWAB PERDATA DOKTER DALAM MALPRAKTIK DITINJAU DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Dokter, Malpraktik, Hukum Islam, Tanggung Jawab Perdata

Authors

  • Suharna STAI DDI MANGKOSO

Keywords:

Dokter, Malpraktik, Hukum Islam, Tanggung Jawab Perdata

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hakekat tanggung jawab perdata dokter dalam malpraktik dan aspek sosiologis pertanggung jawaban hukum dalam malpraktik kedokteran.

                Penelitian ini tergolong kualitatif deskriptif. peneliti menggunakan pendekatan sosiologis dan syar’i, data dikumpulkan dengan mengutip dan menganalisis dengan menggunakan analisis isi terhadap literatur atau buku-buku yang mempunyai relevansi dengan masalah yang dibahas serta pendapat para fukaha (ahli hukum Islam) kemudian mengulas dan menyimpulkannya.

                Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hakikat tanggung jawab dokter dalam malpraktik terhadap pasiennya sangatlah berisiko dan profesi kedokteran harus memimiliki ketelitian tinggi dalam pelayannannya terhadap pasiennya. Ketelitian yang tinggi dalam profesi kedokteran di indikasikan bahwa profesi kedokteran penuh dengan resiko. Maka tidak jarang seorang dokter sering di anggap melakukan kejahatan atau kelalaian dalam tindakannya yang sering di sebut malpraktik medis ketidak tahuan masyarakat dalam membedakan mana tindakan malpraktik, kecelakaan dan kelalaian dalam tindakan medis.

                Hubungan dokter dan pasien adalah hubungan hukum dalam perikatan hukum. Perikatan hukum adalah suatu ikatan antara dua atau lebih subjek hukum untuk melakukan suatu atau tidak melakukan sesuatu atau memberikan sesuatu pasal 1313 juncto pasal 1234 burgerlijk wetboek di singkat BW yang disebut prestasi. Jadi berdasarkan ketentuan undang-undang ada tiga macam prestasi adalah suatu kewajiban hukum pihak yang satu pada pihak yang lain atau sebaliknya subjek hukum yang membuat perikatan. Pada perikatan hukum timbal balik selalu saling membebani kewajiban antar pihak, di samping melahirkan hak pada masing-masing pihak. Kewajiban memberikan prestasi bagi sayu pihak (debitur) menjadi hak untuk menerima prestasi di pihak lainnya (kreditor). Demikian juga sebaliknya.

References

Achadia Crisdiono M. Dinamika Etika dan Hukum Kedokteran dalam Tantangan Zaman. Jakarta: kedokteran, 2004.

Adji, Oemar seno. Profesi Dokter. Jakarta: Erlangga, 1991.

Ahmdi Sofyan, Malpraktik dan Resiko Medic dalam Kajian Hukum Pidana. Cet. 1; Jakarta: Prestasi Pustaka, 2005.

Chazawi Adami. Malapraktik Kedokteran. Cet. 1; jakarta: Sinar Grafika, 2016.

Djojodirdjo, Maoegni. Perbuatan Melawan hukum. Jakarta: Pradnya Paramita, 1979.

Hanafiah, M.Jusuf Hanafiah dan Amir Amri. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Cet. 1; Jakarta: EGC,2008.

Harahap, M.Yahya. Hukum Acara Perdata. Jakarta: Sinar Grafika, 2005.

Downloads

Published

2022-10-02

How to Cite

Suharna. (2022). TANGGUNG JAWAB PERDATA DOKTER DALAM MALPRAKTIK DITINJAU DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: Dokter, Malpraktik, Hukum Islam, Tanggung Jawab Perdata. Jurnal Risalah Addariyah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman, Pendidikan &Amp; Sosial Kemasyarakatan, 8(1). Retrieved from http://e-journal.staisddimangkoso.ac.id/index.php/risalah-addariyah/article/view/21